Posted (Aris Priyantoro) in Technology on September-19-2007

Kredit WebsiteDi jaman yang semakin susah ini, ada-ada saja ide orang-orang Indonesia. Barang pecah belah bisa kredit, beli motor/mobil bisa kredit, beli barang elektronik bisa kredit, makan bisa kredit, beli rumah bisa kredit dan banyak lagi.

Tetapi kemaren di koran jawapos saya menjumpai orang menawarkan kredit yang unik, yaitu kredit website. Dia menawarkan kredit 6 sampai 12 bulan. Bunga 0% tanpa uang muka.

Dengan syarat mudah (kriterianya apa ya?) dan tanpa survey(emang mau survey apanya nih? tagihan telp/cc/listrik kali ya?) Anda akan langsung mendapatkan website.

Tetapi kalau saya pikir-pikir, buat apa gitu kredit website? Kalau merasa tidak mampu beli, lha mbok pake CMS yang sudah siap pakai dan free seperti Joomla, Drupal, atau Wordpress pun bisa. Kalau hosting juga masih belum mampu beli, ya daftar aja di penyedia hosting gratisan, atau daftar saja di penyedia CMS/blogging yang sekalian storage-nya, seperti blogspot.com dan wordpress.com.

Ayo pilih mana? Yang gratis atau yang kredit?


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Personal on September-17-2007

Dari awal bulan lalu saya sibuk mencari tiket pesawat yang murah untuk pulang kampung (Pituruh) melewati Jogja(dari Denpasar). Tetapi alangkah susahnya mencari tiket yang murah, kebanyakan sudah diatas 500 ribu. Ternyata ada teman saya yang sudah beli tiket Garuda (promo) dari bulan Agustus (:D telat deh).

Saya tidak kepikiran pesan tiket dari Agustus, karena jatah cuti mepet, udah gitu harus ada approval dari client. Ketika bulan ini cuti yang diajukan disetujui, ya baru deh hunting tiket. Karena sepertinya sudah cukup terlambat, dan daripada tidak dapat tiket sama sekali, saya beli juga tiket Garuda (untuk pulang) walaupun harganya diatas 500 ribu (hampir 600 ribu). Nah, baliknya belum dapat tiket.

Untuk balik ke Bali lagi, ada 2 pilihan: 1. Beli  tiket Garuda, 2. Beli tiket Lion Air (eh Wings Air). Karena setahu saya cuma 2 maskapai itu yang melayani rute Denpasar-Jogja / Jogja-Denpasar. Tiket Garuda, paling murah 650 ribu-an, terus Wings Air sampai saat ini baru buka untuk kelas paling mahal (diatas 600 ribu).

Kemaren teman saya ngasih tahu kalau mulai 1 Oktober Mandala Air membuka rute Denpasar-Jogja / Jogja-Denpasar dan katanya bisa booking online (asik nih). Langsung den saya ngacir ke kantor buat melihat-lihat, dan ternyata… ada juga tiket yang agak murah (dibawah 500 ribu) untuk balik lagi ke Bali (Alhamdulillah). Saya langsung booking itu tiket terus meluncur ke Bandara dan dalam waktu tidak sampai 10 menit sudah dapat tiket (Alhamdulillah lagi).

Cuma saya masih ngiri sama teman-teman yang pulang ke Surabaya / Jakarta. Dengan dana 500-600 ribu mereka sudah bisa pulang-balik, dan saya harus mengeluarkan 2x lipat :). Tapi ga masalah, semoga saja nanti ada maskapai lagi yang membuka rute ke Jogja, sehingga tiket akan lebih murah.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Personal on September-16-2007

Tanggal 7 September lalu tim kami kedatangan client. Client kami kebetulan dari Sidney, Australia. Pastinya memakai bahasa Inggris dong komunikasinya. Yang biasanya kami komunikasi hanya lewat email ataupun skype, skarang harus ngomong langsung.

Boss kami di sini berpesan sebelum kedatangan client kita harus “sharpen our english”  (sharpen? emangnya pedang, begitu komentar teman saya).

Walaupun client datang hari jum’at malam, tetapi kami bertemu hari senin, 10 September. Kegiatan dari client dikantor saya sudah terjadwal, yaitu testing, testing, testing and eating. Setiap hari 2 kali meeting, pagi dan sore. Setiap meeting biasanya membahas bugs dari aplikasi yang kami kerjakan diselingi cerita-cerita dari client (seringkali ngelantur kesana-kemari).

Read the rest of this entry »


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in General on September-1-2007

Teman saya seringkali mengatakan “sudah berapa pohon yang kamu tebang hari ini?”. Dikomentari seperti itu saya bingung, “maksudnya apa ya?”. Teman saya menjawab, “Setiap kamu nge-print, maka berkuranglah pohon yang ada di Indonesia”. Oh, itu to maksudnya. Di waktu yang lain, dia komentar lagi tentang penggunaan tissue, “Waduh, anak itu udah menghabiskan berapa pohon selama ini?”. Saya menjawab, “Sudah satu hutan kali, dia khan boros tissue, tiap hari tempat sampah didekatnya penuh tissue tuh”.

Itulah sekelumit cerita teman saya tentang pemanfaatan kertas. Penggunaan kertas di kantor saya lumayan boros, karena saya dan beberapa teman-teman lebih suka membaca di kertas daripada membuka file asalnya. Jadi setiap mendapat dokumen yang harus dikerjakan, selalu saya cetak. Tetapi untungnya saya tidak suka mencetak ebooks, karena saya yakin kalaupun sudah di cetak nantinya tidak ada waktu untuk membacanya.

Tingkat ketergantungan terhadap kertas di Indonesia sepertinya sangat tinggi. Dimana-mana selalu menggunakan kertas, seperti surat-menyurat, surat kabar/majalah/tabloit, dokumen arsip, kegiatan belajar mengajar, dan lain sebagainya. Padahal semua itu bisa diminimalisir dengan teknologi informasi(elektronik). Surat menyurat bisa menggunakaan email, surat kabar dapat menggunakan website, arsip menggunakan software khusus arsip, kegiatan belajar mengajar menggunakan ebooks/slide, dll. Tetapi memang tidak semuanya dapat menggunakan teknologi informasi, ada hal-hal yang belum tergantikan.

Apa sih intinya dari tulisan diatas? Emang ada artinya? Memang bagi sebagian orang itu tidak ada artinya. Tetapi kalau kita bisa menghemat penggunaan kertas itu akan lebih baik. Lebih baik karena penebangan hutan akan berkurang, banjir juga berkurang, pemanasan global berkurang, dan lain-lain.

Memang susah untuk mengubah perilaku yang sudah menjadi kebiasaan, tetapi kalau mengurangi khan bisa to? Gunakan kertas seperlunya, kalau masih bisa diatasi tanpa mencetaknya ke kertas, kenapa harus dicetak?

Jadi, sudah berapa pohon yang Anda tebang hari ini?