Posted (Aris Priyantoro) in Lifestyles on March-28-2008

Lagi pakai batik Jum’at sore, kegiatan kantor saya akan terhenti di jam 16:30 WITA. Semua karyawan mulai dari Exec, SE, Admin, dll mendatangi backyard-nya main building. Mereka rehat sejenak dari kepenatan selama seminggu untuk sekedar makan snack yang disediakan kantor berikut dengan softdrink tentunya.

Ada hal yang unik ketika saya mengamati beberapa orang teman-teman yang berada disitu. Dahulu kala, sampai saat ini hanya ada satu/dua teman saya yang hampir tiap hari jum’at mengenakan hem/kemeja batik. Tetapi hari ini kok banyak yang menggunakan batik, kira-kira ada 6 orang.

Teman-teman lain ternyata ada yang memperhatikan juga dengan fenomena ini. Ada yang iseng bertanya “abis dari nikahan siapa ya?” kepada salah satu dari mereka. Mereka cuma senyum-senyum saja.

Dengan banyaknya teman-teman yang menggunakan batik, saya jadi berfikir untuk mengenakan batik jum’at depan dan seterusnya. Lagipula saya mempunyai beberapa koleksi batik yang hanya dipakai ketika ada undangan ke suatu hajatan. Jadi kenapa harus terus disimpan dilemari pakaian saja.

Banyak diantara teman-teman saya yang kekantor menggunakan baju/t-shirt produk distro luar negeri seperti quicksilver, no fear, mooks, planet surf dan lain sebagainya. Apa salahnya kalau sehari saja menggunakan batik yang nyata-nyata produk dalam negeri? Itung-itung sosialisasi produk sendiri gitu.

Hayo siapa mau ikutan?


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Jalan-Jalan on March-26-2008

Prambanan Ekspres

Ketika pulang kampung liburan panjang kemarin saya mencoba kembali kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) dari Yogyakarta menuju Kutoarjo seperti yang pernah saya lakukan ketika lebaran hari tahun lalu.

Yang membedakan sekarang ini adalah jadwal keberangkatan yang menjadi 2 kali lipat, maksudnya menjadi 4 kali dalam sehari. Selain itu harga tiketnya sekarang menjadi sama dengan harga tiket dari Yogyakarta-Solo (dan sebaliknya), yaitu 7.000 rupiah saja. Apabila kita menginginkan rute dari Kutoarjo langsung ke Solo, tiketnya adalah 14.000 rupiah. Tetapi saya kurang tau apakah disemua jadwal tersebut akan langsung ke Solo atau hanya sampai Yogyakarta saja.

Jadwal keberangkatan kereta api Prameks dari Yogyakarta ke Kutoarjo:

Stasiun Asal Keberangkatan Stasiun Tujuan Kedatangan
Yogyakarta 04:45 Kutoarjo 05:42
Yogyakarta 07:00 Kutoarjo 07:57
Yogyakarta 14:00 Kutoarjo 14:57
Yogyakarta 16:00 Kutoarjo 16:58

Jadwal keberangkatan kereta api Prameks dari Kutoarjo ke Yogyakarta:

Stasiun Asal Keberangkatan Stasiun Tujuan Kedatangan
Kutoarjo 05:50 Yogyakarta 06:47
Kutoarjo 09:00 Yogyakarta 09:57
Kutoarjo 15:05 Yogyakarta 16:02
Kutoarjo 17:45 Yogyakarta 18:42

Update (28 Juli 2008)

Jadwal diatas kemungkinan sudah tidak benar, silahkan download file gambar berikut untuk jadwal yang terbaru (berlaku sejak 1 Juli 2008):

Jadwal Pramex Yogyakarta - Solo.
Jadwal Pramex Yogyakarta - Kutoarjo.

Maaf, jadwalnya seadanya (ga sempet menyalin, jadi ya cuma foto asal-asalan).


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in General on March-25-2008

BiduanSudah dua kali saya menjumpai penampilan organ tunggal di dalam ruang tunggu bandar udara Adisucipto Yogyakarta. Pertama kali ketika akan balik ke Bali pada tanggal 9 Maret 2008 dan yang terakhir adalah tanggal 23 Maret 2008.

Ketika pertama mengetahui adanya hiburan organ tunggal ini saya masih fine-fine saja, tidak ada keluhan tentang hal ini. Tetapi selang beberapa menit, ketika info-info dari bandara mengenai kedatangan / keberangkatan pesawat tidak begitu jelas terdengar, saya mulai tidak menyukai adanya hiburan ini. Bayangkan saja, ketika ada info “pesawat A akan segera diberangkatkan para penumpang segera naik ke dalam pesawat melalui pintu nomor x” yang terdengar hanyalah kata-kata terakhir, kata-kata awal tidak terdengar karena pemain organ terlalu asyik bermain dan tidak mendengar adanya info tersebut sehingga dia telat mengurangi volume suaranya.

Sound system di bandar udara Adisucipto tidak terlalu bagus menurut saya, diruang tunggu pesawat suara dari operator terdengar sangat menggema terutama kalau suara perempuan. Jadi suara aslinya sudah susah didengar ditambah lagi suara dari organ tunggal yang sering kelupaan mengurangi volume.

Bisnis dibalik hiburan

Dari awal saya sudah curiga dengan adanya hiburan ini didalam ruang tunggu. Ketika masuk ruangan saya langsung melihat spanduk berdiri yang ada tulisannya GE Money, saya masih berfikir acara ini sponsornya GE Money kali. Namun ketika sudah duduk di salah satu kursi, saya melihat beberapa sales dari penyedia kartu kredit ini bergerilya kepada beberapa orang yang sedang menunggu pesawat dan sepertinya menawarkan layanannya. Mungkin karena melihat penampilan saya yang ndeso dan katro jadi saya tidak didekati sama sekali oleh sales-sales itu.

Mungkin bagi beberapa orang calon penumpang hal ini membuat senang, terlihat dari beberapa turis asing yang ikut bernyanyi. Tetapi bagi sebagian lain hal ini sangat mengganggu (terutama saya).


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Personal, Technology on March-24-2008

Asus eeePCSetelah bermimpi ingin punya Asus eeePC, akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan juga.  Begini ceritanya perjuangan untuk mendapatkan si putih mungil itu:

Ketika Mega Bazaar yang kemarin, kakak ipar saya jalan-jalan ke JCC, dia nemu asus eeePC dipajang dibeberapa counter. Teringat dulu pernah dimintain tolong untuk ikut antrian launching asus eeePC di Mall Kelapa Gading yang ga jadi ikutan antri, makanya kakak ipar telepon istri saya menanyakan mau beli asus eeePC atau tidak.

Mendengar berita itu istri saya langsung telepon saya, setelah berdiskusi sambil dibumbui rayuan-rayuan maut, akhirnya saya meluluskan keinginannya untuk membeli si eeePC itu.

Tanpa mengecek lagi  apakah di mega bazaar Yogyakarta ada barang yang sama atau tidak, akhirnya diputuskan membelinya di Jakarta melalui kakak ipar. Proses transaksi selesai dan barang sudah ditangan,  selanjutnya pengiriman barang yang jadi masalah. Karena keterbatasan waktu dari kakak ipar untuk mengirimkan barang dan juga tidak begitu yakin dengan jasa ekspedisi, akhirnya barang dititipkan sodara untuk diserahkan ke mertua yang akan berada di Bandung selama liburan panjang kemarin.

Beberapa hari selanjutnya istri saya datang ke mega bazaar di Yogyakarta, disana dia melihat ada yang menjual asus eeePC dengan harga yang lebih murah… :D saya cuma bisa menghiburnya agar tidak kecewa (harga lebih mahal, barang belum ditangan).

Sekilas memegang asus eeePC

Tepatnya hari minggu kemarin barang sampai ditangan. Kardus yang ringkas, seperti kotak motherboard saja. Bagian atas berisi laptop berwarna putih, dan bagian bawah berisi charger yang mirip charger handphone berwarna putih juga (serta manual book, driver, dan kartu garansi).

Laptop saya angkat pakai tangan kanan (enteng sih), terus dibuka dan dinyalakan. Dengan setingan quick & silence bios langsung muncul screen putih abu-abu, dan tiba-tiba muncul pointer disertai tampilan linux Xandros yang khusus buat eeePC. Sambil menyala komputer saya jungkir balik, ternyata yang ini bisa diupgrade memory-nya tanpa bongkar casing keseluruhan.

Check semua aplikasi, Office (tentunya openoffice 2.x), video player, camera, music, dll. Semua bekerja dengan sempurna dan respon cepat.

Belum puas megang-megang si putih mungil, taksi centris sudah datang menjemput saya. Ya sudah, setelah pamitan sama mertua dan istri tentunya, saya masuk ke dalam taksi dan meminta pak supir untuk mengantar ke bandar udara Adisucipto.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Personal on March-17-2008

UGM

Sewaktu liburan nyepi saya pulang ke Yogyakarta (panggilan mudahnya Jogja), lumayan tuh bisa istirahat sejenak dari pekerjaan (total 3 hari). Ketika di Jogja saya tiba-tiba pingin ke UGM untuk melihat hiruk-pikuknya almamater saya di hari minggu.

Dahulu kala ketika saya masih kuliah, setiap hari minggu boulevard UGM diramaikan oleh deretan pedagang lesehan yang menyuguhkan hidangan bagi orang-orang yang senam, jogging, pacaran ataupun hanya ingin jalan-jalan di UGM. Di jalan yang mengantarkan menuju masjid kampus, digelar berbagai dagangan mulai dari accesories wanita, accecories handphone, baju, tas, topi, dan lain-lain.

Sekarang ini, sepertinya pihak kampus mempunyai kebijakan yang lain. Khusus untuk pedagang accesories dipindahkan ke jalan sebelah timur dari masjid kampus. Terbayang betapa tambah hiruk-pikuknya jalan itu. Dahulu ketika berada didalam kompleks GSP, tidak ada angkutan umum, dan mobil yang bersliweran. Tetapi sekarang ini pejalan kaki, angkutan umum, mobil, motor, dan sepeda bercampur jadi satu.

UGM 2

Tetapi walaupun penuh sesak seperti itu, masih banyak saya pengunjungnya. Apa karena disana banyak mahasiswa yang suka berburu barang yang murah meriah? Atau karena tidak ada tempat rekreasi yang lebih asyik daripada datang pagi-pagi ke UGM?

Terlepas dari itu, saya dulu suka sekali datang ke tempat itu. Terutama kalau bersama-sama teman-teman kampus ataupun teman-teman kost. Memory yang menyenangkan…