Yang Pergi
Hari senin minggu lalu Bapak saya meninggal dunia di rumah sakit, dan hari ini tepat seminggu yang lalu Bapak saya dikuburkan.
Hari minggu sebelumnya, saya beserta adik saya yang cowok masih jalan-jalan ke Nusa Dua, GWK dan juga bermain air di waterbom Bali. Minggu malem saya terbangun dan terkejut menerima telepon dari saudara saya tentang kondisi Bapak yang kritis. Saat itu juga ketika mata masih merem, saya mencari tiket pesawat tujuan Jogja di Mandala Air, tiket sudah penuh. Telepon ke call center Garuda, ternyata juga sudah penuh sampai hari Selasa pagi. Ya sudah, saya menyerah malam itu, dan melanjutkan tidur.
Paginya, saya mendapatkan kabar kalau Bapak sudah menunjukkan tanda-tanda lebih baik dari semalam. Saya bersyukur dan pergi ke kantor seperti biasa. Tetapi alangkah terkejutnya ketika jam setengah 2 mendapatkan kabar bahwa Bapak meninggal dunia. Spontan langsung cari tiket ke Mandala Air, booking untuk Selasa pagi. Tiket untuk Senin itu tidak mungki didapat karena Garuda yang mempunyai jadwal 3x terbang ke Jogja sudah penuh sampai Selasa pagi.
Di kantor saya sibuk mengurus ijin cuti, dan delegasi kerjaan ke teman satu project. Saat itu rasanya pingin cepat pulang ke kost. Di kantor sudah tidak betah untuk berlama-lama.
Kira-kira jam 8:15 wib saya sudah sampai di bandara Adisutjipto. Dijemput oleh mertua dan juga istri, saya dan adik saya langsung berangkat ke kampung halaman (desa Pituruh, kab Purworejo). Perjalanan ditempuh kira-kira 1.5 jam. Sesampai disana, upacara pemakaman langsung dimulai. Jam 11:30 wib, proses pemakaman selesai dengan lancar.
Semoga Bapak saya diampuni dosa-dosanya dan ditinggikan derajadnya dihadapan Allah SWT. Amin






