Posted (Aris Priyantoro) in Cellular, Internet on June-8-2008

Dalam postingan sebelumnya saya menulis tentang Telkomsel flash unlimited. Sekarang ini saya menulis testimonial tentang telkomsel flash unlimited.

Pendaftaran
Bisa dikatakan saya sangat beruntung mengenai pendaftaran layanan ini. Saya hanya menghubungi kontak person untuk telkomsel Bali dan mengatakan akan mendaftar layanan ini(paket yg basic) dan mendaftarkan kartu halo baru. Saya telepon sebelum lunch dan petugas tersebut mengatakan akan ke kantor saya sekitar pukul 4. Saya diminta menyediakan fotocopy identitas dan surat keterangan bekerja dari kantor.

Tepat pukul 4 petugas tersebut datang ke kantor, sambil membawa persyaratan yang diminta saya dan beberapa teman kantor menemui petugas. Setelah mengisi formulir, saya diminta memilih nomor yang tersedia dan saat itu juga kartu halo saya sudah dapat digunakan. Untuk paket internet saya diminta menunggu konfirmasi(untuk aktivasinya) dari petugas tersebut keesokan harinya. Saya harus menunggu lebih dari 1 hari karena keesokan harinya ada masalah dengan sistem telkomsel, jadi aktivasinya ditunda.

Pemakaian
Kamis malam saya mencoba layanan ini setelah siang harinya mendapatkan kabar bahwa layanan internet unlimited saya sudah diaktifkan. Koneksi saya menggunakan HP K618i (sudah 3G), setelah mengatur APN menggunakan internet didapatkan koneksinya sebesar 115.2 kbps. Kok aneh ya, padahal saya mendapatkan sinyal 3G dengan bagus. Kalau hanya mendapatkan kecepatan 115.2 kbps sih bukan 3G, kecepatan ini masih masuk GPRS/EDGE. Ya sudah, anggep saja jaringan lagi penuh, saya terus tidur.

Malam sabtu sebelum main futsal saya mencoba konek lagi menggunakan modem HSDPA di komputer teman dan hasilnya tidak jauh beda. Ya sudah, main futsal saja lah. Setelah pulang main futsal di The Balls sunset road saya mencoba lagi menggunakan HP jadul jagoan saya yaitu t68i. Hasil yang didapat juga tetap 115.2 kbps. Jadi kesimpulan saya, apapun modem yang digunakan entah GRPS/3G/HSDPA koneksinya tetap sebatas GPRS saja.

Koneksi sih cukup stabil, maksudnya stabil tidak pernah lebih dari 10-an KB/s, paling banter 11 KB/s. Berikut hasil pengukuran menggunakan speedtest.net untuk dua lokasi yang berbeda.

Sedangkan gambar berikut adalah grafik pemakaian internet menggunakan BitMeter II. Dapat dilihat dari grafik bahwa koneksi maksimumnya kurang lebih 9.9 KB/s.

Kesimpulan
Untuk pemakaian normal (browsing situs biasa bukan situs seperti youtube.com), dan bukan seorang downloader tentunya layanan internet unlimited ini layak untuk dipertimbangkan. Jangan terlalu banyak berharap kecepatan akan mencapai maksimal seperti dalam paket yang diambil karena untuk mencapai kecepatan maksimal banyak sekali faktor yang harus diperhatikan misalnya: jumlah pengguna dalam satu bts, interferensi, rule bandwidth yang sesungguhnya dari telkomsel, dll. Saya belum bisa membayangkan kecepatan koneksi ketika quota telah mencapai 3GB, apakah semakin parah atau tidak ada perubahan.

Update
Ini ada update speed, lumayan bisa mentok di 256kbps, malah lebih tinggi sedikit


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Cellular, Internet on May-27-2008

Dahulu kala Indosat mengeluarkan paket Internet unlimited untuk kartu pasca bayar Matrix dengan biaya Rp. 200.000,-. Tidak berselang lama, paket ini hilang. Kemudian disusul XL mengeluarkan kartu xplor yang khusus untuk paket internet unlimited. Dan kabarnya kinerja internet unlimited dari XL ini cukup jelek sekarang ini.

Dan, dalam rangka ulang tahun yang ke 13, Telkomsel meluncurkan paket Telkomflash Internet Unlimited. Paket ini hanya bisa diambil apabila pelanggan yang menggunakan kartu Halo (kecuali HaloHybrid). Dari situs Telkomsel disebutkan bahwa paket ini tidak mengenal batas waktu, batas kapasitas ataupun penambahan tagihan untuk kelebihan penggunaan.

Kalau dilihat dari jenis paket yang ditawarkan baik yang tanpa bonus modem maupun dengan bonus modem sepertinya sangat menggiurkan. Bayangkan saja hanya dengan Rp. 125.000,- sudah bisa menikmati layanan internet unlimited up to 256 kbps.

Tetapi tunggu, kok ada bintang-bintangnya. Ternyata speed up to 256 kbps hanya untuk quota 3GB. Quota selebihnya tetap unlimited, tetapi speed akan dicekik up to 64 kbps. Ya cukup fair sih, pelanggan akan dipaksa untuk menggunakan internet unlimited ini hanya sekedar browsing sana-browsing sini. Menghindari abuse untuk download file gila-gilaan.

Terus, apakah Telkomsel bisa menjamin bahwa pelanggan akan bisa sampai mentok di 256kbps apabila quotanya belum sampai 3GB? Sepertinya akan sangat sulit sekali…

Andaikata semua dikembalikan sesuai peruntukannya dalam arti kalau internet yang mobile ya dipakai sekedarnya ketika mobile, dan tidak di-abuse gila-gilaan, sepertinya paket ini layak untuk dipertimbangkan.

Oh iya, tulisan ini bukan review dari produk. Tulisan saya hanya sebatas dalam pikiran saja, oleh karena itu perlu pembuktian apakah produk ini sama seperti produk-produk dari kompetitor lain yang hanya bagus sesaat atau memang sudah dipersiapkan dengan baik untuk kedepannya.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Internet, Personal, Technology on July-4-2007

Dikantor tempat saya bekerja, mempunyai sertifikat keahlian itu penting. Karyawan yang bersertifikat akan mempunya nilai lebih dalam urusan competency review. Karena kebetulan saya dibawah stream (seperti departemen) Microsoft Practice otomatis harus menguasai .NET dong. Saya cenderung suka hal-hal yang berbau web, jadi belajarnya ASP.NET. Kalau dipikir-pikir banyak gunanya juga saya selama ini berkecimpung didunia PHP, sedikit banyak membantu memahani ASP.NET.

Setelah merasa mampu dan percaya diri untuk mengikuti ujian sertifikasi, akhirnya bulan Maret & Mei lalu saya mengikuti ujian serfitikasi di Inixindo Yogyakarta. Mengambil materi .NET framework 2.0 (web-based tentunya). Kenapa kok waktunya berjauhan? Ya karena pulang ke Jogja di bulan itu :D , jadi sambil menyelam minum air.

cardMinggu lalu saya dapat paket gratis(ujiannya dibayari kantor dan barang dikirim tanpa bayar) dari Microsoft. Paket itu berupa Sertifikat Hardcopy yang dikirim langsung dari Microsoft perwakilan Singapura. Dan ada tanda tangannya Bill Gates yang sepertinya hasil cetakan (tidak asli). Selain sertifikat saya juga mendapatkan kartu sesuai dengan sertifikat yang saya ambil.

Terus buat apa sertifikat dan kartunya? Sampai saat ini saya kurang tau gunanya secara nyata dari barang-barang tersebut. Yang pasti, dengan kita mempunyai sertifikat keahlian, minimal kita bisa membuktikan kemampuan kita. Dan yang paling penting adalah pemanfaatan dari kemampuan kita. Buat apa punya kemampuan setinggi langit kalau disimpan saja, jauh lebih baik kalau dibagi-bagi, toh tidak akan luntur.

Seperti postingan saya sebelumnya, semoga saja dalam tahun ini bisa ujian dan lulus sertifikasi Zend (menghayal dulu nih). Kalau tahun ini belum mampu, ya tahun depan atau tahun depannya lagi :)