Posted (Aris Priyantoro) in Community, Lifestyles on August-12-2008

Hari ini saya mendapatkan kiriman 2 buah kaos dari purworejokita.com. Satu kaos pertama berwarna hitam dengan gambar seorang pemuda dengan blangkon. Kaos kedua berwarna abu-abu yang gambarnya mendeskripsikan keadaan kota purworejo yang tidak ada 21 cineplex dan tidak ada mall.
Kota Purworejo adalah sebuah kabupaten di propinsi Jawa Tengah yang berada disebelah barat propinsi DIY, dan berbatasan langsung dengan kabupaten Magelang, Kebumen, dan Wonosobo. Kota kecil nan tenang yang tidak begitu terkenal. Di kabupaten inilah dari lahir sampai tamat smu saya tumbuh dan berkembang.
Seiring dengan waktu, banyak sekali warga Purworejo yang merantau ke penjuru negeri bahkan ada yang diluar negeri. Untuk menjalin silaturahmi antar warga, maka beberapa teman yang kuliah di Bandung membuat forum di dunia maya yang dengan domain purworejokita.com.
Kembali ke kaos, bagi teman-teman dari Purworejo yang ingin mendapatkan kaos tersebut, silahkan mampir ke situs purworejokita.com untuk keterangan lebih lanjut. Dan jangan lupa ikut meramaikan forumnya.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Lifestyles on March-28-2008

Lagi pakai batik Jum’at sore, kegiatan kantor saya akan terhenti di jam 16:30 WITA. Semua karyawan mulai dari Exec, SE, Admin, dll mendatangi backyard-nya main building. Mereka rehat sejenak dari kepenatan selama seminggu untuk sekedar makan snack yang disediakan kantor berikut dengan softdrink tentunya.

Ada hal yang unik ketika saya mengamati beberapa orang teman-teman yang berada disitu. Dahulu kala, sampai saat ini hanya ada satu/dua teman saya yang hampir tiap hari jum’at mengenakan hem/kemeja batik. Tetapi hari ini kok banyak yang menggunakan batik, kira-kira ada 6 orang.

Teman-teman lain ternyata ada yang memperhatikan juga dengan fenomena ini. Ada yang iseng bertanya “abis dari nikahan siapa ya?” kepada salah satu dari mereka. Mereka cuma senyum-senyum saja.

Dengan banyaknya teman-teman yang menggunakan batik, saya jadi berfikir untuk mengenakan batik jum’at depan dan seterusnya. Lagipula saya mempunyai beberapa koleksi batik yang hanya dipakai ketika ada undangan ke suatu hajatan. Jadi kenapa harus terus disimpan dilemari pakaian saja.

Banyak diantara teman-teman saya yang kekantor menggunakan baju/t-shirt produk distro luar negeri seperti quicksilver, no fear, mooks, planet surf dan lain sebagainya. Apa salahnya kalau sehari saja menggunakan batik yang nyata-nyata produk dalam negeri? Itung-itung sosialisasi produk sendiri gitu.

Hayo siapa mau ikutan?