Posted (Aris Priyantoro) in Lifestyles, Personal on July-5-2010

Minggu 4 Juli 2010, diselenggarakan acara Jogja Bike Heritage. Sebuah acara fun bike yang tidak biasa karena rute yang diambil adalah rute yang melewati candi-candi di sekitar Candi Prambanan. Biaya pendaftaran adalah Rp. 25.000,- dan mendapatkan kaos Dagadu Aseli.

Kebanyakan peserta berasal dari komunitas sepeda di Yogyakarta, tetapi ada juga yang berasal dari komunitas sepeda Semarang. berbagai cara ditempuh agar peserta dapat sampai di tempat keberangkatan tepat waktu, ada yang loading dengan menumpang mobil pribadi, ada yang menyewa truk, ada yang diboceng sepeda motor dan ada yang gowes dari Jogja.

Jarak tempuh dari rumah saya ke kompleks candi Prambanan adalah 16 km (diukur make google map). Sudah diatur rencana untuk menggunakan mobil, tetapi ternyata mobilnya tidak bisa dipakai, akhirnya gowes saja ke candi Prambanan. Kebetulan banyak teman-teman yang gowes juga.

Tepat pukul 7:15 acara di mulai. Menyusuri candi Sewu, keluar kompleks ke candi Plaosan Lor kemudian ke candi Plaosan Kidul. Perjalanan diteruskan ke candi Boko, meskipun hanya di parkirannya saja. Selanjutnya ke candi Sari, dan dua candi selanjutnya lupa namanya :D .

Total rute yang dilewati adalah 20km (diukur make hp). Sesampainya di kompleks candi Prambanan, kita langsung dapat snack dan suguhan hiburan organ tunggal, dan tari-tarian. Saat pengundian doorprize Alhamdulillah dapet juga, sebuah kaos dari hotel Melia Purosani.

Sebetulnya rute fun bike nya tidak terlalu jauh, lha wong cuma 20km saja kok. Tetapi yang jauh itu rute pulang pergi dari rumah ke tempat acara :) . Total jarak tempuh pulang pergi sekitar 32km. Ok lah, ketika kita berangkat tidak masalah, jam 6 pagi, masih fresh dan mobil yang lewat juga masih sedikit. Lha pulangnya, jam 11 siang, udah panas, capek masih harus bersaing dengan bus-bus dan mobil :( . Untungnya berhasil juga sampe rumah dengan selamat. Jadi ya lumayan juga… seharian gowes sepeda 52km.

Next time ikutan fun bike lagi ah… semoga ga bentrok dengan jadwal kuliah nih.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Jalan-Jalan, Personal, Yogyakarta, jogja on March-11-2010

Bagi anda yang tiap hari melakukan perjalanan dari Kutoarjo-Jogja-Solo atau sebaliknya tentu sudah tahu jadwal terbaru dari kereta api Prambanan Ekspress (pramek) ini. Oh iya, kereta pramek ini menambahkan beberapa kereta tambahan. Solusi ini mungkin dibuat agar penumpuang tidak berjubel didalam kereta. Tetapi sayangnya kereta tambahan ini hanya beroperasi di hari-hari tertentu saja, tidak setiap hari.

Dahulu saya pernah membuat postingan tentang jadwal kereta pramek disini. Tentu saja jadwal tersebut sudah tidak valid lagi. Untuk jadwal yang valid, silahkan lihat gambar berikut (klik pada gambar untuk melihat tampilan lebih besar).

Tarif untuk perjalanan dari Jogja-Solo / Jogja-Kutoarjo (dan sebaliknya) masih Rp. 8.000,- tetapi kabarnya tarif ini akan dinaikkan menjadi Rp. 9.000,- dalam waktu dekat ini.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Personal, Yogyakarta, jogja on February-23-2010

Semenjak saya pindah ke Jogja, banyak sekali perubahan yang harus saya lakukan. Terutama masalah waktu.  Posting ini terinspirasi tulisan pak BR di sini. Jadi kita lihat apakah saya terlalu sibuk sehingga postingan di blog sangat menurun.

Jaman dahulu ketika masih di Bali, banyak sekali waktu yang kurang dimaksimalkan. Masih terlalu sering hanya didepan layar laptop/LCD mulai dari hari senin – jum’at. Untuk hari sabtu-minggu lebih banyak jalan-jalan bersama teman-teman, atau kalau tidak ya molor di kost.

Posting di blog ini juga cukup sering, paling tidak sebulan 2 kali, tetapi sekarang ini bisa posting sebulan sekali saja sudah bagus. Kenapa bisa begitu?

Jadi  sewaktu saya di Bali, saya seperti bujangan saja. Lho? Lha iya, saat itu anak dan istri tinggal di Jogja. Sekarang ini saya sudah berkumpul dengan anak & istri. Tentunya ada perbedaan dong.

Ok lah, tapi masa sampe tidak sempat mengupdate blog?

Coba saya lihat-lihat dulu postingan saya. Oh, ternyata kebanyakan tentang foto. Dan menurut pak BR, beliau posting foto/tulisan pendek-pendek kalo sedang sibuk. Lha? Berarti postingan saya ini menandakan kesibukan yang sudah dimulai dari dulu. Tenyata tidak terlalu mirip untuk kasus saya. Saya posting foto-foto karena lagi senang memotret apa saja. Selain itu, saya tidak punya banyak ide untuk dituangkan dalam kata-kata. Entah kenapa ide saya selalu mentok di judul, setelah itu tidak ada ide untuk isinya :) .

Sampai di sini kok belum nyambung dengan judul postingan ya? :) Ok, kembali ke judul postingan. Kenapa kok judulnya begitu? Emang kita siapa kok mau mengatur waktu. Yang ada kita yang menyesuaikan dengan waktu. Waktu tidak akan berhenti, apalagi berputar kebelakang.

Kehidupan saya di Jogja sekarang ini lebih dinamis. Banyak kegiatan yang dahulut tidak pernah saya lakukan, tetapi sekarang ini sangat enjoy untuk melakukannya.

Rutinitas setiap hari saya sebenarnya sedikit: tidur, ngurus Zahwah, kerja, bermain dengan Zahwah, tidur lagi. Itu saja setiap hari, tetapi rasanya waktu berjalan dengan cepat. Ketika pulang kerja, jatah bermain saya dengan Zahwah tinggal 1 jam-an saja, karena setelah itu sudah bobo’. Besoknya begitu lagi.

Hari sabtu-minggu yang pada umumnya adalah hari libur, nyatanya tidak berlaku bagi saya. Terutama dalam setahun kedepan. Saya harus berjuang pada sabtu-minggu agar bisa lulus sesuai target. Belum lagi saya sering juga begadang untuk mengerjakan tugas. Tetapi saya tetap tersenyum saat mengerjakan tugas dipagi hari, Zahwah merangkak mendekat dan minta gendong/minta ikutan mengetik (mukul-mukul) keyboard laptop.

Antara Ide dan Implementasi

Kadangkala saya mempunyai beberapa ide, dan juga ada beberapa keinginan yang harus dilaksanakan. Tetapi melihat hal-hal diatas (baca: sulitnya mengatur waktu), terpaksa keinginan/ide tersebut menguap ataupun ditunda :) .

Salah satu keinginan saya adalah motret lagi. Jangan diasumsikan saya ini seorang fotografer, itu terlalu berlebihan. Saya hanya suka motret saja. Kebanyakan hasil motret saya nikmati sendiri, kadang-kadang istri saya juga suka kasih komentar, kalau anak saya belum bisa komentar :) .

Tetapi terbentur dengan waktu yang sangat sempit, ternyata keinginan saya itu belum tercapai. Kenapa tidak motret aktifitas dari rumah – kantor? Lha, rumah – kantor cuma butuh 10 menit naik motor. Selain itu tidak setiap hari saya membawa kamera ke kantor. Semoga saja jum’at ini ada kesempatan untuk motret gerebeg maulud di Alun-alun utara kraton Yogyakarta.

Keinginan lain adalah naik sepeda ke kantor. Karena jarak yang tidak terlalu jauh, dan juga saya ternyata sudah sangat jarang berolah-raga. Tidak salah dong ide ini. Tapi kendalanya adalah tidak ada sepeda. Beli? Nah ini kendala kedua, belum ada budget. Tetapi semoga saja bulan depan sudah bisa terealisasikan. Amin.

Ada usaha perbaikan?

Tentunya saya tidak mau terus-menerus mengikuti rutinitas ini, harus ada inovasi biar tidak terasa membosankan. Saya harus bisa lebih disiplin lagi dalam membuat jadwal. Variasi jadwal juga perlu dilakukan. Liburan bersama keluarga harus juga dipikirkan.

Masih beruntung?

Kalau dipikir-pikir, saya masih cukup beruntung karena masih ada waktu untuk ini-itu. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana seandainya saya tinggal di Jakarta. Membayangkan waktu tempuh untuk berangkat dan pulang dari kantor saja sudah pusing.

Lho, kok sudah panjang. Ternyata nulis begini saja membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk berfikir.