Posted (Aris Priyantoro) in Styles, Technology on August-11-2007

Kamis lalu, saya mendapatkan invitation untuk mendaftarkan diri di community site miliknya nokia.com. Nama komunitasnya adalah MOSH beta. Mosh sendiri singkatan dari mobilize and share.

Berhubung hari itu saya sibuk baru Jum’at saya lihat situsnya. Kesan pertama kok hanya ikut-ikutan. Habisnya, modelnya mirip dengan multiply.com. Walaupun sudah mengikuti banyak situs komunitas sejenis tetap saja saya daftar, entah nanti dipakai atau tidak.

Masuk ke dalam control panel, kesannya masih biasa saja, nothing special. Di komunitas ini kita bisa posting: Images, Audio, Video, Games, Application, dan Documents. Dengan model tagging yang sudah umum seperti di multiply.com, picasaweb.com, flickr.com dan situs-situs lain. Penggunaan ajax cukup minimail, ajax dipakai hanya untuk refresh blok-blok tertentu dengan interaksi pengguna tentunya. Sedangkan upload form masih menggunakan cara yang biasa, tidak seperti form upload dari friendster.com.

Satu hal yang bagus dari situs komunitas ini adalah adanya automatic web & mobile synchronization.  Fasilitas ini akan melakukan sinkronisasi situs dengan handset kita (berdasarkan nomor telepon yang kita tentukan sebelumnya). Saya tidak sempat mencoba cara ini karena pulsa mepet dan menurut saya tidak perlu.

Komunitas ini sejauh yang saya lihat sih bebas iklan, dan tentu saja tidak ada google adsense :) . Selain itu soal virus sepertinya komunitas ini akan bebas virus, lha wong dikawal oleh MCAfee antivirus (tapi nama besar bukan jaminan :D ).


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Styles on May-22-2007

Dahulu kala waktu saya masih di Jogja ada tren memasang alat tambahan pada sepeda motor agar suara rem nya seperti rem bus. Jadi kalo dilampu merah banyak bunyi rem motor yang seperti rem bus (ssssssstttt……). Mendengar bunyi rem itu bikin kuping saya yang ndeso ini gatel. Suaranya gimana gitu.

Sekarang saya tinggal di Bali, disini ada tren memasang alat tambahan yang masih ada hubungannya dengan bunyi. Alat tambahan ini digunakan untuk menciptakan suara yang mirip seperti motor gedhe seperti harley davidson, atau motor dengan CC besar lainnya.

Sering sekali terdengar suara mengaum-aum seperti motor besar dari kejauhan eh, waktu sampe di depan kita motor ternyata hanya motor matic aja. Udah gitu jalannya pelan-pelan.

Temen-temen saya bilang, kalau ga mampu beli motor gedhe ya jangan terlalu narsis dengan masang alat seperti itu. Ada temen lain yang bilang, pingin motor gedhe tapi baru mampu beli suaranya doang.

Mungkin bagi mereka yang memasang alat tersebut sudah super bangga denga suara motornya yang menderu-deru tidak karuan. Tapi bagi orang lain mungkin mereka memandang orang itu kok norak sekali ya.

Saya pribadi cukup risih kalau naik kendaraan yang sangat mencolok dari pengendara lain. Mendengar aja udah gimanaaa gitu, apalagi mengendarainya. Tetapi bagus juga sih buat ngetest mental kita, latihan muka tembok dilihat oleh orang banyak.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Styles, Technology on April-5-2007

Membaca posting dari Om Benny Chandra disini saya jadi pingin menceritakan tentang kebiasaan membeli gadget lewat internet.

Sudah sejak tahun 2005 saya seringkali membeli barang-barang terutama gadget(handphone, pdaphone, camera digital, handycam, etc) lewat internet.

Sebelum menentukan membeli barang ada beberapa hal yang harus dikerjakan:

Tentukan kebutuhan
Misalnya mau beli camera digital. Kita harus tau, kebutuhan kita yang seperti apa. Misalnya kita pingin pocket camera. Tetapi pocket camera tersebut bisa manual. Pinginnya menggunakan SD Card sebagai media penyimpan. Optical Zoom nya minimal 3x. Waterproof bukan utama. dll

Dari kebutuhan tersebut kita survey terlebih dahulu di situs-situs yang terkenal bagus dalam memberikan review dari produk tersebut. Kalau untuk camera ke http://www.dpreview.com/, www.steves-digicams.com dan lain-lain. Pastikan dengan review-review tersebut kita mendapatkan list barang yang sesuai. Apa kelebihan dan kekurangannya.

Read the rest of this entry »