Posted (Aris Priyantoro) in Technology on November-11-2007

Anda pasti senang menggunakan internet untuk mencari informasi, game online, cari teman, dan lain-lain.

Internet kebutuhan utama?

Internet diibaratkan dua sisi mata uang. Bisa membuat seseorang menjadi lebih pintar dan juga lebih baik, tetapi bisa membuat seseorang menjadi bodoh dan jahat. Bagi sebagian orang, internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Jangankan seminggu, sehari saja tidak menggunakan fasilitas internet, dunia serasa hampa. Banyak sekali orang yang kecanduan internet.

Saking kecanduannya dengan internet, sampai-sampai dalam mencari kerja fasilitas internet menjadi salah satu kriteria seorang pelamar. Ada yang menolak suatu pekerjaan karena dikantor tersebut internetnya tidak ada atau kalaupun ada sangat dibatasi hanya untuk hal-hal tertentu.

Jadi bisa dikatakan bahwa internet merupakan kebutuhan utama bagi sebagian orang. Betul tidak?

Bagaimana kalau aturan penggunaan internet dibatasi?

Misalnya Anda sudah merasa nyaman di kantor Anda, internet dapat digunakan sesuka kita, tidak ada pembatasan apa-apa. Rule yang harus ditaati adalah dilarang download file yang besar waktu jam kerja dan dilarang menggunakan Peer-to-Peer (dan sejenisnya). Dengan kondisi seperti ini semua senang. Technical support enak dan penggunanya juga enak.

Seiring dengan banyaknya karyawan baru, aturan yang telah disepakati banyak yang dilanggar. Mungkin karena orang baru, baru merasakan internet dengan bandwidth lebar. Mereka download sana-sini sampai tidak sadar kalau itu dilarang.

Dengan situasi tersebut kantor mengambil tindakan pembatasan yang ketat, misalnya semua port-port non http di blok, akses ke situs besar seperti yahoo/google di blok, situs dengan keyword tertentu di blok, dan semua request harus lewat proxy. Aturan ini diberlakukan kepada semua karyawan, dan mungkin ada pengecualian untuk yang levelnya sudah tinggi. Bagaimana perasaan Anda?

Kalau saya misalnya berada dalam posisi tersebut tentunya saya akan sangat kecewa dengan aturan tersebut. Menurut saya masih ada cara-cara yang lebih baik dan menggunakan prinsip win-win solution. Karyawan senang kantor juga tidak rugi.

Gimana dong solusinya?

Dengan kondisi seperti itu, saya tidak mempunyai banyak solusi. Tetapi minimal saya ada solusi berdasarkan pengalaman jaman dulu pernah mengelola masalah seperti ini.

Hal-hal yang harus disiapkan:

  • Buat list port-port yang boleh di buka (misal: http, ftp, cpanel, imap, pop3, dll).
  • Buat list situs-situs yang dilarang (misal: situs dewasa, situs underground, dll).
  • Buat rule kapan boleh akses situs/port tertentu dan kapan tidak boleh.
  • Buat list exclude dari rule diatas.

Buatlah rule yang bersifat general, dan jangan terlalu ketat membatasi karyawannya. Dari rule diatas, tentunya karyawan tidak merasa dibatasi karena hampir semua kebutuhannya sudah tercover. Bagaimana kalau membutuhkan rule selain diatas? Ya, karyawan tinggal lapor ke technical support tentang hal tersebut dan tentunya untuk kepentingan kantor (dengan acc dari manager).

Ada baiknya diberikan masa trial bagi karyawan baru dalam penggunaan internet kantor dan jangan lupa untuk diberikan informasi yang jelas mengenai aturan yang sudah ada.

Setiap harinya, jangan lupa technical support memantau penggunaan internet. Pemantauan bisa dilakukan per komputer, dan tentunya technical support sudah mempunyai list karyawan dan PC yang digunakan. Apabila suatu saat komputer tertentu penggunaannya berlebihan pada jam kerja, technical support tinggal menghubungi yang menggunakan PC dan memberi peringatan. Kalau ternyata dalam satu waktu banyak yang berlebihan, tinggal setting bandwidth untuk masing-masing user tersebut. Jadi yang lain tidak merasa terganggu.

Saya rasa sih cukup begini, jangan terlalu ketat setiap saat, buatlah ketat seperlunya saja. Dengan begitu karyawan senang, kantor juga senang.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Technology on November-1-2007

Sudah seminggu-an saya mengetahui kalau gmail.com memberikan service tambahan kepada pelanggannya yaitu kemampuan untuk menggunakan protokol IMAP dalam mengakses email (sebelumnya sudah mendukung protokol POP). Tetapi sepertinya layanan tersebut tidak secara langsung diberikan kepada semua member, Google memberikan layanan tersebut secara bertahap.

Nah, hari ini saya mendapatkan Setting di webmail berubah, ada tambahan tab:

gmail-imap.png

Saya perlu memberikan two thumbs buat Google, untuk layanan email yang sangat memanjakan membernya.

Diambil dari google helps, konfigurasi dari IMAP ini sebagai berikut:

Incoming Mail (IMAP) Server - requires SSL: imap.gmail.com
Use SSL: Yes
Port: 993
Outgoing Mail (SMTP) Server - requires TLS: smtp.gmail.com (use authentication)
Use Authentication: Yes
Use STARTTLS: Yes (some clients call this SSL)
Port: 465 or 587
Account Name: your Gmail username (including @gmail.com)
Email Address: your full Gmail email address (username@gmail.com)
Password: your Gmail password

Berita gembira juga bagi Anda yang mempercayakan emailnya dikelola oleh Google melalui Google Apps, account Anda juga akan diberikan layanan IMAP ini.

Bagi yang bingung bedanya POP dan IMAP, silahkan lihat artikel ini.

 


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Technology on September-19-2007

Kredit WebsiteDi jaman yang semakin susah ini, ada-ada saja ide orang-orang Indonesia. Barang pecah belah bisa kredit, beli motor/mobil bisa kredit, beli barang elektronik bisa kredit, makan bisa kredit, beli rumah bisa kredit dan banyak lagi.

Tetapi kemaren di koran jawapos saya menjumpai orang menawarkan kredit yang unik, yaitu kredit website. Dia menawarkan kredit 6 sampai 12 bulan. Bunga 0% tanpa uang muka.

Dengan syarat mudah (kriterianya apa ya?) dan tanpa survey(emang mau survey apanya nih? tagihan telp/cc/listrik kali ya?) Anda akan langsung mendapatkan website.

Tetapi kalau saya pikir-pikir, buat apa gitu kredit website? Kalau merasa tidak mampu beli, lha mbok pake CMS yang sudah siap pakai dan free seperti Joomla, Drupal, atau Wordpress pun bisa. Kalau hosting juga masih belum mampu beli, ya daftar aja di penyedia hosting gratisan, atau daftar saja di penyedia CMS/blogging yang sekalian storage-nya, seperti blogspot.com dan wordpress.com.

Ayo pilih mana? Yang gratis atau yang kredit?


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Styles, Technology on August-11-2007

Kamis lalu, saya mendapatkan invitation untuk mendaftarkan diri di community site miliknya nokia.com. Nama komunitasnya adalah MOSH beta. Mosh sendiri singkatan dari mobilize and share.

Berhubung hari itu saya sibuk baru Jum’at saya lihat situsnya. Kesan pertama kok hanya ikut-ikutan. Habisnya, modelnya mirip dengan multiply.com. Walaupun sudah mengikuti banyak situs komunitas sejenis tetap saja saya daftar, entah nanti dipakai atau tidak.

Masuk ke dalam control panel, kesannya masih biasa saja, nothing special. Di komunitas ini kita bisa posting: Images, Audio, Video, Games, Application, dan Documents. Dengan model tagging yang sudah umum seperti di multiply.com, picasaweb.com, flickr.com dan situs-situs lain. Penggunaan ajax cukup minimail, ajax dipakai hanya untuk refresh blok-blok tertentu dengan interaksi pengguna tentunya. Sedangkan upload form masih menggunakan cara yang biasa, tidak seperti form upload dari friendster.com.

Satu hal yang bagus dari situs komunitas ini adalah adanya automatic web & mobile synchronization.  Fasilitas ini akan melakukan sinkronisasi situs dengan handset kita (berdasarkan nomor telepon yang kita tentukan sebelumnya). Saya tidak sempat mencoba cara ini karena pulsa mepet dan menurut saya tidak perlu.

Komunitas ini sejauh yang saya lihat sih bebas iklan, dan tentu saja tidak ada google adsense :). Selain itu soal virus sepertinya komunitas ini akan bebas virus, lha wong dikawal oleh MCAfee antivirus (tapi nama besar bukan jaminan :D).


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Technology on July-12-2007

Sekarang banyak sekali aplikasi-aplikasi opensource yang berbasis web. Pada umumnya mereka menggunakan Web-based HTML editor untuk mempermudah user dalam memanipulasi content. Wordpress yang saya pakai ini misalnya menggunakan tinyMCE.

WYSIWYG ini sangat memudahkan user karena behavior yang mirip sekali dengan aplikasi Office (seperti Microsoft Office, Openoffice.org, dll) yang sudah sangat lazim dipakai. Tulisan mau dibuat miring? Tinggal diblok terus pilih italic. Mau dibuat tebal? Blok kata/kalimat yang dimaksud terus pilih bold.

Pada awal mengenal web, Web-based HTML Editor yang saya ketahui hanya HTMLArea saja. Tetapi sekarang ini HTMLArea sepertinya sudah tidak disupport lagi untuk versi bebasnya. Dan saat ini, sudah sangat banyak Web-based HTML Editor yang memberikan alternatif bagi kita semua, baik yang berbayar ataupun yang bebas (tidak berbayar).

Berikut ini daftar Web-based HTML Editor yang dapat Anda gunakan secara bebas (bukan berarti boleh dikomersialkan loh ya, lihat lisensi masing2 untuk detailnya)

fckEditor (http://www.fckeditor.net/)

Menurut saya ini adalah editor yang paling terkenal. Fasilitas lengkap, control untuk manipulasi tampilan, fasilitas upload file (mendukung beberapa bahasa pemrograman seperti php, asp, dll), Kompatibel di 4 browser utama (IE, FF, Mozilla, Netscape), Safari sekarang juga didukung (nightly build).

Read the rest of this entry »