Posted (Aris Priyantoro) in Technology on November-17-2007

Judulnya serem amat. Tulisan kali ini masih ada sambungannya dengan tulisan sebelumnya tentang Internet Policy di kantor. Tetapi saya tidak akan menjelaskan bagaimana caranya menembus proxy server layaknya seorang script kiddies maupun hacker (tahu bedanya khan?). Tetapi saya cuma memberitahukan cara yang lebih nyaman agar dapat browsing situs-situs yang diblok oleh proxy server.

1. Memakai Proxy Lain
Cara mengakali blokiran dari proxy server adalah menggunakan proxy lain. Di internet banyak sekali situs-situs yang menyediakan daftar alamat proxy, dari yang biasa sampai proxy yang anonymous. Silahkan googling dengan keyword seperti: free proxy, proxy list, dan lain-lain. Setelah mendapatkan daftar alamat proxy dan port-nya, pastikan port tersebut tidak diblok (biasanya menggunakan port 80, 8080, 3128). Cobain deh proxy tersebut dibrowser kesayangan Anda (entah kenapa Safari for Windows belum bisa menggunakan proxy).

Tetapi bagaimana kalau dikantor menggunakan transparent proxy? Bagi yang belum tahu transparent proxy maksudnya adalah semua request akan lewat proxy, tidak peduli seting di browser menggunakan proxy ataupun tidak. Hmm… kalau menggunakan transparan proxy sepertinya cara ini tidak bisa dipakai, harus menggunakan cara lain. Coba menggunakan cara kedua berikut ini.

2. Menggunakan Browser didalam Browser
Maksudnya apa sih? Ga jelas amat. Maksudnya adalah browsing menggunakan firefox/browser lain tetapi kita membuka situs yang merupakan browser juga (bingung khan?).  Jadi intinya kita membuka situs dimana situs tersebut mampu untuk membuka situs lain (jadi seperti situs makelar gitu). Contoh situs tersebut adalah:

Untuk situs-situs yang sejenis bisa Anda cari sendiri dengan keyword: Anonymous Web Proxy. Terus kalau semua situs itu diblok juga? Berarti Anda apes, kasian sekali.. :) Tetapi masih ada cara lain, coba yang nomer 3.

3.  Menggunakan Google Translate
Anda pasti seringkali menjumpai situs dalam bahasa selain bahasa Inggris. Kalau menggunakan bahasa Indonesia sih pasti bisa membaca, nah kalau bahasa Jepang/China? Tentunya tidak semua bisa membacanya. Dan ternyata Google mempunyai tools yang dapat membantu kesulitan Anda, yaitu menggunakan Google Translate.

Kegunaan lain dari google translate tersebut adalah mampu membuka situs yang kena blok. Coba saja masukkan situs yang kena blok dari kantor Anda ke dalam textbox (bagian translate web page) kemudian pilih bahasa sesuka Anda, klik Translate…. mudah-mudahan bisa terbuka. Menggunakan cara ini masih diblok juga? Mungkin sudah saatnya Anda langganan internet sendiri, jangan tergantung dengan internet kantor :)

Ini dulu kali ya… tulisan selanjutnya menyusul, mungkin tidak jauh-jauh juga dengan masalah bloking-blokingan.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Technology on November-11-2007

Anda pasti senang menggunakan internet untuk mencari informasi, game online, cari teman, dan lain-lain.

Internet kebutuhan utama?

Internet diibaratkan dua sisi mata uang. Bisa membuat seseorang menjadi lebih pintar dan juga lebih baik, tetapi bisa membuat seseorang menjadi bodoh dan jahat. Bagi sebagian orang, internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Jangankan seminggu, sehari saja tidak menggunakan fasilitas internet, dunia serasa hampa. Banyak sekali orang yang kecanduan internet.

Saking kecanduannya dengan internet, sampai-sampai dalam mencari kerja fasilitas internet menjadi salah satu kriteria seorang pelamar. Ada yang menolak suatu pekerjaan karena dikantor tersebut internetnya tidak ada atau kalaupun ada sangat dibatasi hanya untuk hal-hal tertentu.

Jadi bisa dikatakan bahwa internet merupakan kebutuhan utama bagi sebagian orang. Betul tidak?

Bagaimana kalau aturan penggunaan internet dibatasi?

Misalnya Anda sudah merasa nyaman di kantor Anda, internet dapat digunakan sesuka kita, tidak ada pembatasan apa-apa. Rule yang harus ditaati adalah dilarang download file yang besar waktu jam kerja dan dilarang menggunakan Peer-to-Peer (dan sejenisnya). Dengan kondisi seperti ini semua senang. Technical support enak dan penggunanya juga enak.

Seiring dengan banyaknya karyawan baru, aturan yang telah disepakati banyak yang dilanggar. Mungkin karena orang baru, baru merasakan internet dengan bandwidth lebar. Mereka download sana-sini sampai tidak sadar kalau itu dilarang.

Dengan situasi tersebut kantor mengambil tindakan pembatasan yang ketat, misalnya semua port-port non http di blok, akses ke situs besar seperti yahoo/google di blok, situs dengan keyword tertentu di blok, dan semua request harus lewat proxy. Aturan ini diberlakukan kepada semua karyawan, dan mungkin ada pengecualian untuk yang levelnya sudah tinggi. Bagaimana perasaan Anda?

Kalau saya misalnya berada dalam posisi tersebut tentunya saya akan sangat kecewa dengan aturan tersebut. Menurut saya masih ada cara-cara yang lebih baik dan menggunakan prinsip win-win solution. Karyawan senang kantor juga tidak rugi.

Gimana dong solusinya?

Dengan kondisi seperti itu, saya tidak mempunyai banyak solusi. Tetapi minimal saya ada solusi berdasarkan pengalaman jaman dulu pernah mengelola masalah seperti ini.

Hal-hal yang harus disiapkan:

  • Buat list port-port yang boleh di buka (misal: http, ftp, cpanel, imap, pop3, dll).
  • Buat list situs-situs yang dilarang (misal: situs dewasa, situs underground, dll).
  • Buat rule kapan boleh akses situs/port tertentu dan kapan tidak boleh.
  • Buat list exclude dari rule diatas.

Buatlah rule yang bersifat general, dan jangan terlalu ketat membatasi karyawannya. Dari rule diatas, tentunya karyawan tidak merasa dibatasi karena hampir semua kebutuhannya sudah tercover. Bagaimana kalau membutuhkan rule selain diatas? Ya, karyawan tinggal lapor ke technical support tentang hal tersebut dan tentunya untuk kepentingan kantor (dengan acc dari manager).

Ada baiknya diberikan masa trial bagi karyawan baru dalam penggunaan internet kantor dan jangan lupa untuk diberikan informasi yang jelas mengenai aturan yang sudah ada.

Setiap harinya, jangan lupa technical support memantau penggunaan internet. Pemantauan bisa dilakukan per komputer, dan tentunya technical support sudah mempunyai list karyawan dan PC yang digunakan. Apabila suatu saat komputer tertentu penggunaannya berlebihan pada jam kerja, technical support tinggal menghubungi yang menggunakan PC dan memberi peringatan. Kalau ternyata dalam satu waktu banyak yang berlebihan, tinggal setting bandwidth untuk masing-masing user tersebut. Jadi yang lain tidak merasa terganggu.

Saya rasa sih cukup begini, jangan terlalu ketat setiap saat, buatlah ketat seperlunya saja. Dengan begitu karyawan senang, kantor juga senang.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Technology on November-1-2007

Sudah seminggu-an saya mengetahui kalau gmail.com memberikan service tambahan kepada pelanggannya yaitu kemampuan untuk menggunakan protokol IMAP dalam mengakses email (sebelumnya sudah mendukung protokol POP). Tetapi sepertinya layanan tersebut tidak secara langsung diberikan kepada semua member, Google memberikan layanan tersebut secara bertahap.

Nah, hari ini saya mendapatkan Setting di webmail berubah, ada tambahan tab:

gmail-imap.png

Saya perlu memberikan two thumbs buat Google, untuk layanan email yang sangat memanjakan membernya.

Diambil dari google helps, konfigurasi dari IMAP ini sebagai berikut:

Incoming Mail (IMAP) Server – requires SSL: imap.gmail.com
Use SSL: Yes
Port: 993
Outgoing Mail (SMTP) Server – requires TLS: smtp.gmail.com (use authentication)
Use Authentication: Yes
Use STARTTLS: Yes (some clients call this SSL)
Port: 465 or 587
Account Name: your Gmail username (including @gmail.com)
Email Address: your full Gmail email address (username@gmail.com)
Password: your Gmail password

Berita gembira juga bagi Anda yang mempercayakan emailnya dikelola oleh Google melalui Google Apps, account Anda juga akan diberikan layanan IMAP ini.

Bagi yang bingung bedanya POP dan IMAP, silahkan lihat artikel ini.