Posted (Aris Priyantoro) in Fotografi, Tip & Trik, Troubleshooting on December-21-2008

Saya mengalami kehilangan data foto-foto di kartu CF saya semalam. Padahal data yang hilang adalah foto-foto pertemuan MACO yang saya ambil jum’at malam lalu. :(

Asli panik saat itu. Punya aplikasi Get Data Back, tapi masih trial. Dicoba recover data ke CF langsung tidak dapat hasil sama sekali. Terpaksa googling untuk mencari solusi lain. Saya harus menemukan solusi malam itu juga karena paginya CF tersebut akan dipakai buat menemani hunting ke pantai Suluban bersama teman-teman dari milis Id-Photographer.

Jam sudah menunjukkan angka 01:30, koneksi gprs lemot alias tidak stabil. Sampai suatu ketika pencarian menuju ke situs TestDisk. Lihat-lihat situs ini sebentar, saya menemukan ada fasilitas PhotoRec. PhotoRec ini companion dari TestDisk yang berguna untuk me-recovery file-file yang hilang yaitu foto, video, dokumen dan file archive.

Download agak lama TestDisk yang mempunyai ukuran sebesar 1483 KB (maklum gprs lemot). Selesai download langsung diekstrak dan saya jalankan aplikasi photorec_win.exe, langsung saya tunjuk drive dari CF saya. Kemudian tentukan direktori untuk menampung hasil recovery dan start.

Dengan proses kurang lebih selama 7 menit, CF sebesar 2GB telah selesai direcovery dengan sukses. Semua file-file yang saya butuhkan dapat kembali dengan utuh.

Lega rasanya ketika itu, akhirnya saya dapat tidur dengan nyenyak dan tenang semalam.

Saya kira aplikasi ini mampu juga untuk recovery semua jenis  removable disk seperti flash disk, sd card, micro sd, transflash, memory stick, dan sejenisnya.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Fotografi, Tip & Trik, Tutorial on December-9-2008

Saya belum lama mempunyai kamera digital SLR, yaitu Sony Alpha 200 kit. Butuh waktu lama untuk bisa membeli kamera ini, maklumlah saya masih seorang buruh :) . Setelah mempunyai kamera ini, kok saya jadi latah pingin beli macem-macem lensa (Tele, Macro, Wide, Fish Eye). Untungnya kantong tidak mengijinkan untuk menuruti keinginan ini. Jadinya harus mencari cara lain untuk sekedar menutupi hasrat yang meluap-luap ini, maklum namanya pemula pasti maunya banyak. Yang perlu dicatat disini adalah saya bukan seorang fotografer (statusnya masih pemula, punya camera DSLR saja baru 2 bulan). Jadi jangan tanya saya tentang ilmu fotografi, pasti saya tidak bisa jawab.

Kali ini saya mencoba untuk membuat sendiri lensa macro jadi-jadian dengan modal lensa kit. Ide ini sebetulnya datang dari situs ini.  Sebetulnya kita bisa membeli asesoris ini di bursa.fotografer.net dengan nama Body to Male Adapter (bisa juga Reverse Ring Adapter) tetapi ternyata tidak ada yang buat mountingnya Sony (kasian deh). Mau tidak mau saya membuat sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya:

Yang perlu disiapkan:

  • Body Cap (Saya menggunakan punya Minolta, BC-1000). Yang penting cocok dengan mountingnya.
  • Filter dengan ukuran ring yang sama dengan lensa kita. Saya menggunakan Ring 55mm untuk filternya TIAN YA (Tetapi harus di modifikasi sedikit biar tidak nyangkut di bagian atas dari body).
  • Lem alteco/castol/double tape. Saya menggunakan double tape, agar bisa di bongkar :) .
  • Body kamera, dan tentunya sekalian Lensanya.

Yang perlu dikerjakan:

  • Buat lubang di body cap, kalau tidak dilubangi terus gimana coba? ;) )
  • Bongkar optik di Filter. Kalau untuk saya gergaji ring biar tidak mengganggu bagian atas body.
  • Gabungkan filter/ring di body cap. Kalau saya cuma menggunakan double tape saja (awas hati-hati lensanya jatuh karena double tape nya tidak nempel).
  • Pasang Lensa secara terbalik di filter/ring tersebut kemudian pasang body cap ke body camera.
  • Untuk lensa AF, perlu mengganjal bagian belakang (sekarang menjadi bagian depan) dengan lidi / kertas dibagian pengatur aperture-nya (perhatikan bagian yang biru pada gambar terakhir). Kalau tidak diganjal, maka bukaan aperture-nya menjadi yang paling kecil (view finder gelappp). Katanya bisa menggunakan Lens Cap bagian belakang yang dilubangi, jadi tidak perlu mengganjal.

Pengoperasian Kameranya:

  • Pilih mode M, selain mode itu tidak bisa (khusus kamera saya lho ya).
  • Pilih manual focus. Ini bagian tersulit, harus muter2 lensanya. Hati-hati lensanya copot kalau lem/double tape tidak melekat dengan benar.

Hasil dari lensa yang dibalik seperti apa sih? Silahkan lihat beberapa contoh berikut (dengan bukaan paling besar):


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Internet, Technology, Tip & Trik on October-15-2008

Anda tentunya sudah tidak asing dengan layanan URL bookmark yang disimpan secara online seperti delicious.com. Nah, sekarang ada situs lain yang menawarkan pictures bookmark. Nama situsnya adalah vi.sualize.us. Format URL nya mirip dengan del.icio.us (sekarang sudah pindah ke delicious.com).

Apa sih keunggulannya? Tidak seperti images.google.com yang hanya menyediakan gambar-gambar yang dapat kita search, tetapi disitus ini selain ada fasilitas search kita juga dapat menambahkan tag-tag untuk tiap-tiap gambar yang kita bookmark.  Privacy juga diperhatikan oleh layanan ini dimana setiap kita akan posting suatu gambar maka kita dapat menentukan apakah gambar tersebut dapat dikonsumsi oleh public, share dengan teman atau private.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mungkin gambar yang kita bookmark itu berupa gambar vulgar, porno, mengumbar syahwat dan bisa kena cekal RUU APP? Sejauh yang saya tau sih bisa. Tetapi tenang, Visualizeus mempunyai fasilitas SAFE ON & SAFE OFF. Jadi kita bisa menandai suatu gambar apakah Safe dibuka ditempat umum atau tidak. Setiap orang bisa menandai suatu gambar itu safe atau tidak. Jadi ketika kita membuka situs dengan mode SAFE ON (ada link di pojok kanan atas), maka semua gambar-gambar yang telah ditandai tidak akan ditampilkan. Untuk menampilkan gambar yang telah ditandai tersebut, ubah mode dari SAFE ON ke SAFE OFF.

Kabar baik bagi anda pengguna setia browser Rubah Api alias firefox, Situs ini menyediakan extension untuk memudahkan pengguna dalam melakukan posting gambar. Silahkan download disini.

Extension untuk visualizeus