Posted (Aris Priyantoro) in HRD, Tip & Trik, Vacancy on April-14-2011

Wow… sudah beberapa bulan tidak posting di blog :) .

Okey, berhubung akhir-akhir ini dibombardir dengan lamaran pekerjaan untuk mengisi posisi yang kosong ditempat saya kerja, maka saya akan sedikit menceritakan kesalahan-kesalahan sepele sampai fatal yang biasanya dilakukan para pelamar. Tetapi sebelum membaca lebih lanjut, perlu diperhatikan bahwa saya bukan orang yang spesiasisasinya di HRD (saya orang technical :D ). Jadi postingan ini bisa saja tidak sesuai dengan kaidah2 dalam dunia HRD, ini mutlak dari cara pandang saya dalam melakukan recruitment karyawan selama ini (Product Planning Manager, PHP  Programmer, Tester, Customer Service Representative dan System Administrator).

 

Subject Kosong

Banyak sekali saya mendapat kiriman email dengna subject kosong (blank), tentunya ini akan menyulitkan filtering yang telah dibuat atau bahkan tidak masuk folder yang telah dibuat. Kemungkinan terparah adalah masuk spam :)

 

Body email kosong

Seringkali para pelamar tidak menulis apapun di body email. Mereka hanya mengisi To, Subject (Kadang kosong juga), dan attach file-file yang diperlukan. Dari sisi saya ini menyulitkan pengelompokan posisi yang dilamar, kadang harus download dulu attachment-nya untuk mengetahui dia melamar apa.

 

Sender menggunakan nama yang aneh

Saya suka tertawa sendiri ketika melihat daftar email yang masuk dari pelamar. Seringkali ada email seperti dari Pahlawan Bertopeng, Jejaka Tua, Keledai Idiot, dll. Mungkin mereka tidak tahu cara ganti FROM NAME, bisa jadi mencari perhatian. Tetapi bagi saya itu tidak berguna dan cenderung tidak menghargai nama yang diberikan oleh orang tua.

 

Attachment yang dikirim keterlaluan

Attachment paling parah yang pernah saya terima adalah 10 MB. Berisi file-file gambar ijazah, screenshot kerjaan, dan dokumen-dokumen lain. Ukuran menjadi bengkak karena file gambarnya tidak dikompresi. Email server ditempat saya sih tidak masalah, tetapi saya yang masalah karena harus download 10 MB, belum lagi setelah dibuka tidak mendapatkan sesuatu yang layak untuk diproses :(

 

Alamat tujuan tidak sama dengan isi email

Kejadian ini sering sekali. Pelamar menuliskan Kepada: HRD PT Entah Apa Namanya, sedangkan tempat saya bekerja misalnya PT Terkenal. Tentunya ini menjadi indikasi bahwa dia tidak memperhatikan detail, tidak ada check and recheck, merasa sudah benar, dll. Alhasil saya cuekin pelamar yang model begini.

 

Menggunakan Bahasa Indonesia ketika disyaratkan mahir berbahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah bahasa utama dalam komunikasi ditempat saya bekerja. Tetapi saya tidak masalah dengan lamaran dalam bahasa Indonesia untuk posisi-posisi yang tidak berhubungan langsung dengan client. Tetapi ketika ada satu posisi yang berhubungan dengan client (Customer Service Representative) dan disyaratnya sudah disebutkan harus mahir bahasa Inggris baik ngomong maupun menulis, maka lamaran yang menggunakan bahasa Indonesia akan saya cuekin. Mestinya mereka berfikir untuk menunjukkan kemampuan bahasa Inggris mereka lewat lamaran & CV yang dikirimkan. Saya tidak perlu bukti nilai TOEFL yang 550-600, toh yang diperlukan adalah bukti nyata.

Nyatanya banyak pelamar yang nilai TOEFL-nya tinggi akhirnya mentok juga ketika harus interview dengan native speaker dari luar negeri atau bahkan sudah tidak lolos pada tahap awal ketika surat lamarannya diperiksa.

 

Tidak dituliskan posisi yang dilamar

Ada beberapa pelamar yang tidak jelas maunya. Di email tidak disebutkan posisi yang diharapkan, di lamaran tidak ada dan di CV juga tidak ada. Jadi saya juga tidak tahu mau dimasukkan ke posisi apa, akhirnya ya masuk archive saja.

 

Itu dulu kali ya, sudah panjang ternyata. Oh iya, kalau ada yang mau bekerja di tempat saya kerja (Yogyakarta & Jakarta), ini ada lowongan untuk posisi:

  1. Product Planning Manager
  2. System Analyst
  3. PHP Programmer (Senior / Mid Level / Junior)
  4. System Administrator
  5. Tester
  6. Customer Service Representative

Silahkan email saya untuk detailnya.  Email di: aris.py ==at== gmail ==dot== com


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Fotografi, Tip & Trik, Troubleshooting on December-21-2008

Saya mengalami kehilangan data foto-foto di kartu CF saya semalam. Padahal data yang hilang adalah foto-foto pertemuan MACO yang saya ambil jum’at malam lalu. :(

Asli panik saat itu. Punya aplikasi Get Data Back, tapi masih trial. Dicoba recover data ke CF langsung tidak dapat hasil sama sekali. Terpaksa googling untuk mencari solusi lain. Saya harus menemukan solusi malam itu juga karena paginya CF tersebut akan dipakai buat menemani hunting ke pantai Suluban bersama teman-teman dari milis Id-Photographer.

Jam sudah menunjukkan angka 01:30, koneksi gprs lemot alias tidak stabil. Sampai suatu ketika pencarian menuju ke situs TestDisk. Lihat-lihat situs ini sebentar, saya menemukan ada fasilitas PhotoRec. PhotoRec ini companion dari TestDisk yang berguna untuk me-recovery file-file yang hilang yaitu foto, video, dokumen dan file archive.

Download agak lama TestDisk yang mempunyai ukuran sebesar 1483 KB (maklum gprs lemot). Selesai download langsung diekstrak dan saya jalankan aplikasi photorec_win.exe, langsung saya tunjuk drive dari CF saya. Kemudian tentukan direktori untuk menampung hasil recovery dan start.

Dengan proses kurang lebih selama 7 menit, CF sebesar 2GB telah selesai direcovery dengan sukses. Semua file-file yang saya butuhkan dapat kembali dengan utuh.

Lega rasanya ketika itu, akhirnya saya dapat tidur dengan nyenyak dan tenang semalam.

Saya kira aplikasi ini mampu juga untuk recovery semua jenis  removable disk seperti flash disk, sd card, micro sd, transflash, memory stick, dan sejenisnya.


 
    
Posted (Aris Priyantoro) in Fotografi, Tip & Trik, Tutorial on December-9-2008

Saya belum lama mempunyai kamera digital SLR, yaitu Sony Alpha 200 kit. Butuh waktu lama untuk bisa membeli kamera ini, maklumlah saya masih seorang buruh :) . Setelah mempunyai kamera ini, kok saya jadi latah pingin beli macem-macem lensa (Tele, Macro, Wide, Fish Eye). Untungnya kantong tidak mengijinkan untuk menuruti keinginan ini. Jadinya harus mencari cara lain untuk sekedar menutupi hasrat yang meluap-luap ini, maklum namanya pemula pasti maunya banyak. Yang perlu dicatat disini adalah saya bukan seorang fotografer (statusnya masih pemula, punya camera DSLR saja baru 2 bulan). Jadi jangan tanya saya tentang ilmu fotografi, pasti saya tidak bisa jawab.

Kali ini saya mencoba untuk membuat sendiri lensa macro jadi-jadian dengan modal lensa kit. Ide ini sebetulnya datang dari situs ini.  Sebetulnya kita bisa membeli asesoris ini di bursa.fotografer.net dengan nama Body to Male Adapter (bisa juga Reverse Ring Adapter) tetapi ternyata tidak ada yang buat mountingnya Sony (kasian deh). Mau tidak mau saya membuat sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya:

Yang perlu disiapkan:

  • Body Cap (Saya menggunakan punya Minolta, BC-1000). Yang penting cocok dengan mountingnya.
  • Filter dengan ukuran ring yang sama dengan lensa kita. Saya menggunakan Ring 55mm untuk filternya TIAN YA (Tetapi harus di modifikasi sedikit biar tidak nyangkut di bagian atas dari body).
  • Lem alteco/castol/double tape. Saya menggunakan double tape, agar bisa di bongkar :) .
  • Body kamera, dan tentunya sekalian Lensanya.

Yang perlu dikerjakan:

  • Buat lubang di body cap, kalau tidak dilubangi terus gimana coba? ;) )
  • Bongkar optik di Filter. Kalau untuk saya gergaji ring biar tidak mengganggu bagian atas body.
  • Gabungkan filter/ring di body cap. Kalau saya cuma menggunakan double tape saja (awas hati-hati lensanya jatuh karena double tape nya tidak nempel).
  • Pasang Lensa secara terbalik di filter/ring tersebut kemudian pasang body cap ke body camera.
  • Untuk lensa AF, perlu mengganjal bagian belakang (sekarang menjadi bagian depan) dengan lidi / kertas dibagian pengatur aperture-nya (perhatikan bagian yang biru pada gambar terakhir). Kalau tidak diganjal, maka bukaan aperture-nya menjadi yang paling kecil (view finder gelappp). Katanya bisa menggunakan Lens Cap bagian belakang yang dilubangi, jadi tidak perlu mengganjal.

Pengoperasian Kameranya:

  • Pilih mode M, selain mode itu tidak bisa (khusus kamera saya lho ya).
  • Pilih manual focus. Ini bagian tersulit, harus muter2 lensanya. Hati-hati lensanya copot kalau lem/double tape tidak melekat dengan benar.

Hasil dari lensa yang dibalik seperti apa sih? Silahkan lihat beberapa contoh berikut (dengan bukaan paling besar):